October 25, 2014

Pengaruh Minum Kopi Saat Hamil

Pengaruh Minum Kopi Saat Hamil -Sering kali terdengan tentang anggapan bahwa efek minum kopi di saat hamil akan berefek buruk pada anak. Ada sebagian orang beranggapan bahwa ketika minum kopi saat hamil akan menyebabkan anak menjadi hipertensi karena efek kafein yang diminum oleh ibu ketika hamil. Mari kita ulas lagi tentang pendapat tersebut. Anggapan bahwa konsumsi kopi selama kehamilan menyebabkan anak hiperaktif ternyata tidak terbukti. Demikian disampaikan oleh Loomans Eva, peneliti dari Tilburg University, Belanda, setelah mengamati lebih dari 3.400 anak berusia 5-6 tahun. Menurutnya, anak-anak yang ibunya minum sekitar tiga cangkir kopi sehari tidak memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan pemusatan perhatian dibandingkan ibu yang tidak minum kopi.

kopi 300x153 Pengaruh Minum Kopi Saat Hamil

Namun, Eva menambahkan bahwa temuan ini bukan berarti bahwa kafein tidak berbahaya. Karena studi ini hanya fokus pada suatu masalah perilaku saja. Untuk saat ini, Eva menganjurkan supaya ibu hamil mengikuti saran dokter jika ingin mengonsumsi kopi saat hamil.  NHS merekomendasikan bahwa wanita hamil mestinya tidak mengonsumsi lebih dari 200mg kafein sehari. Tingginya kadar kafein dapat menyebabkan bayi memiliki berat badan lahir rendah, sementara terlalu banyak juga dapat menyebabkan keguguran. Eva mengungkapkan sampai saat ini masih sedikit bukti yang menunjukkan pengaruh asupan kafein terhadap perkembangan anak. Tetapi, dari beberapa penelitian menggunakan hewan, terungkap bahwa kafein dapat mempengaruhi perkembangan otak janin dengan cara mengubah perilaku di kemudian hari. Belum dapat diketahui apakah hal ini berlaku pula untuk manusia.

Dalam riset terbarunya, Eva mengatakan bahwa konsumsi kafein selama kehamilan tidak memiliki hubungan dengan masalah perilaku. Penelitiannya melibatkan 3.439 anak-anak di Amsterdam yang ibunya telah menyelesaikan kuesioner rinci tentang gaya hidup dan faktor lainnya selama kehamilan.

Ketika anak-anak mereka berusia antara lima dan enam tahun, ibu mereka dan guru disurvei untuk mencari tahu tentang masalah perilaku. Secara keseluruhan, sekitar lima persen anak memiliki beberapa jenis masalah perilaku, seperti hiperaktif atau kurangnya perhatian. Tetapi risiko itu tidak lebih besar untuk anak yang ibunya minum kafein dalam dosis besar setiap harinya. Eva memperingatkan bahwa masih banyak yang harus dipelajari tentang pengaruh kafein terhadap perkembangan anak dalam jangka panjang. Temuan ini dipublikasikan dalam journal Pediatrics.

Sumber : http://health.kompas.com

Speak Your Mind

*